Laman

Minggu, 10 Februari 2013

LSM Semut Abang Demo Dukung Pendirian Pabrik Semen

REMBANG,-Rabo siang pekan lalu angin meniup sepoi-sepoi,sang mentaripun bersinar menerangi cakrawala.Sekretariat LSM komunitas Serikat Masyarakat Untuk Transparansi Pembangunan (Semut Abang) yang berada di Leteh Rembang terlihat sibuk.Bendera warna-warni yang terpasang ditongkat mulai dipasang  oleh para demonstran.


Begitu juga pamphlet dengan beragam tulisan juga mulai disiapkan satu persatu bersama seratusan tukang becak .

Mereka mulai bergerak dari jalan Pemuda dengan long march jalan kaki dan meneriakkan yel-yel yang isinya meminta warga Rembang mendukung investasi besar berupa  pendirian pabrik semen.

Warga disekitar calon tapak pabrik semen desa Tegaldowo kecamatan Gunem sebanyak 4 truk juga ikut bergabung dalam aksi tersebut.Begitu juga warga dari kecamatan Sluke dengan satu truk juga terlihat merapat dengan barisan Semut Abang.

Koordinator aksi komunitas Semut Abang,Suparno Gus No dalam orasinya meminta wakil rakyat dan warga Rembang agar ikut mendukung pendirian pabrik semen,sebab dengan berdirinya pabrik semen maka angkatan kerja yang jumlahnya ribuan dapat terserap.

“Hanya orang yang berotak tolol yang tidak mau mendukung investasi besar dikabupaten Rembang,warga Rembang jangan terpengaruh adanya provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,”teriak Gus No dalam orasinya itu.

Aktivis pantura itu meminta semua pihak mendukung langkahnya agar angka kemiskinan dapat teratasi dan roda perekonomian dapat terdongkrak.

Aksi diakhiri dengan menandatangi kain putih yang panjangnya 50 meter yang diawali oleh anggota DPRD dan perwakilan tokoh masyarakat.

Aksi bubar dengan tertib dengan dikawal oleh pihak Kepolisian,Satpol PP dan beberapa inteljen.(upik ekawati)

Selasa, 23 Oktober 2012

Guyon Gus No Wayang Ndugal Dalam Lakon : Kedanan “Wewe”,Bojo Njaluk Pegat

Warunge yu Limbuk awan kuwi rada akeh sing nongkrong,ana sing lagi ngopi lelet ana sing njaluk bakwan anget-anget.
Ana-ana wae apa sing diomongke ning sajroning warung cilik kang iyup-iyupane saka godong welit.Pancene wong akeh yo saka isyu ngadeke pabrik semen sing tanahe arep dituku rega duwur,pembebasan wit uga pengganti lahan.

Bagong sing uripe pas-pasan dina iku lagi ra duwe duwit,sakjane yu arep utang karo yu Limbuk,nanging rada isin sebab utange tumpuk undung,dilalah dompete bojone sing gambare asu ngising dibukak ana duwite kertas  gambar kethek.
Bagong ita-itu koyo Sidin,koyo pinter pintero dewe njagong nek dingklik dawa karo crita-crita sing sumber beritane ora jelas.
“DPR Wayang saiki enak uripe,lha piye kunkar kunker wae nanging ora jelas apa hasile kanggo rakyat,duit rakyat kok kanggo seneng-seneng thok,”kandhane Bagong.
Yu Cangik simake Limbuk ora tahan ngrungokake ocehane Bagong,sebab disaring-saring rada sengak manaspa kuping.
“Yen kowe iri yo kana kowe nyalon DPR leh Gong,banda a era duwe kok kok sok reformis,utange nek warung iku lho ditotal terus disauri”semaure yu Cangik.
Bagong mung njibleg meneng ora cemuwit  krungu ocehane yu Cangik sing langsung nyemes deweke.
Ora let suwe teka Min Grumpung,diarani Min Grumpung sebab irunge growing untune ketok mecingis karo suarane rada bindeng.
“Aku klungu bojone wong wong DPL wayang pada pegatan,jarene yo pada kedanan “wewe” to kang”pitakone Min Grumpung marang kang Bagong.
Bagong meneng sedelok,udut mbako sing neng jepitan tangane dibuwak…
“Ora urus aku lik Min….arep pegatan…arep demenen ora urus….wong jaman saiki dewe koyo mbiyen,jaman saiki dadi DPR kuwi gampang,yen duwe duwit iso tuku swara terus iso dadi.Lha nalika dadi DPR kuat godane apa ora?ana goda korupsi,gada jabatan,goda wedokan?Akeh-akehe yo goda wedokan.Ning njero kafe nyanyi-nyanyi karo elus-elus sempol,karo disayang-sayang.Terus PK ne njaluk duwik.Lha pie wong wis digrayangi kok ora diwenei duit…bandane sopo..???jawabe Bagong.
Min Grumpung domblong ngrungoake critane Bagong sing jlentrehake kanthi gamblang.
“Mulane wingi kanca-kanca pada dolan nek kantor DPR wayang mung diwenei cekekan thok karo ngombe es the,duwite pada ora metu?Mungkin diwenehna demenane utawa PK ne,rasa eman-eman isih duwe….pancen wuasuuuuuukkkk tenan kok kang,”grundele Min Grumpung.
Petruk kang nembe istrirahat saka sawah langsung njujug nek warunge Limbuk karo ambyuk omongan.
“Wis gak usah bingung…yen para wakil rakyat pada ngajari ora bener..pada korupsi,pada demenen,pada karaokenan,kae ana prawan kaset sing urung tau mambu wong lanang,demenana..mesti geleme,”kandane Petruk..
“Sopo kang…?????” pitakone Bagong karo Min Grumpung sing arep bareng
“Kae yu Limbuk lak iso…bokonge nyedot-nyedot..susune kewer-kewer..pupune lus mulus broooo,”semure Petruk.
Yu limbuk sing krungu jenenge disebut sebut Petruk,ngadeg jenjet karo nyincing jarik kummel.
“Ndasmu…..ndasmu amoh…..wong apik-apik mok gapah koyo lonte…..wuasuuuukkkkk,”gembore Limbuk.
Petruk,Bagong dan Min Grumpung pada mlayu metu saka warung.

Senin, 22 Oktober 2012

Jajaran PT Semen Gresik Jumpa Dengan Insan Pers Rembang

REMBANG-Jajaran PT Semen Gresik pada Senin malam (22/10) bertemu dengan insan Pers Rembang di aula Hotel Antika Rembang.

Acara yang dipandu oleh bagian humas PT Semen Gresik,Faig dengan menyuguhkan beberapa nara sumber diantaranya sekretaris Perusahaan,Agung Wiharto yang memaparkan tentang kebutuhan semen didalam negeri juga kembang kempisnya perusahaan semen didalam negeri.
PT Semen Gresik juga memaparkan tentang program CSR yang diperuntukkan untuk masyarakat disekitar pabrik,dengan dipandu oleh Heri Kurniawan.
Acara ini berlangsung hingga 4 hari kedepan dengan menampilkan beberapa departemen yang menanganinya untuk dipaparkan kepada wartawan yang aktif dikabupaten penghasil garam ini.
Beberapa pertanyaan dari kaum kuli disket ini mendapat sambutan positif dan dapat dijawab dengan baik.
Sekedar diketahui,rencananya pabrik semen Gresik akan mendirikan usahanya di wilayah kecamatan Gunem Rembang dengan bangunan pabrik seluas 100 hektar.
Diharapkan masyarakat disekitar pabrik berperan aktif dalam mendukung langkah pabrik semen Gresik untuk saling mengisi.
Ketua LSM Semar Cindai juga pengasuh Padepokan Semut Abang,Suparno Gusno berkeyakinan bila pabrik semen ini segera berdiri dan beropersi maka angka pengangguran yang ada dikabupaten Rembang akan mengalami penurunan dan keterserapan tenaga lokal bisa terpenuhi.
"Pokoke tenaga non tehnis wajib diisi oleh warga Rembang,entah itu yang punya keahlian tehnis atau tenaga kasar,hal ini sebagai wujud nyata PT Semen Gresik berbhakti kepada negara untuk "menyapu"kemiskinan.Kami mematok angka 75 % tenaga lokal wajib terserap"katanya. (red)

PARTAI POLITIK ,HARAPAN PERUBAHAN DAN WEDUS GEMBEL


Oleh : Suparno Gus No

Partai Politik diera Reformasi ini memang bak jamur yang tumbuh dimusim penghujan,semua ingin dipikat oleh rakyat dengan segudang harapan untuk bisa merubah nasib anak bangsa.

Partai warisan orde baru juga tidak mau ketinggalan dengan gaya dan tren parpol baru yang meng-iklankan kecap yang tetap nomor satu.

Pandangan penulis,pada dasarnya parpol yang sudah mendapatkan lampu hijau dan legalisasi dari pemerintah semua bertujuan mulia dan ingin mensejahterakan rakyat Indonesia.

Hanya saja terkadang partai memasangkan para calon legislatifnya didaerah pemilihan kurang mengakar rumput,bahkan hanya terkesan asal-asalan yang penting terisi caleg walau bobotnya berkurang.

Meski partai “gurem”asal calon yang dijagokan itu berkualitas dan mumpuni,tentu pilihan rakyat akan tertuju kepada figure yang akan dipilih nanti.

Apalagi pada saat sekarang,(maaf),pencalonan legislative tentu membutuhkan banyak biaya yang tidak sedikit mulai dari sosialisasi caleg,kaos partai,umbul-umbul,gambar maupun banner hingga iklan dimedia cetak dan elektronik.

Yang mengerikan lagi adanya “uang makan”bagi para pemilih pada hari pencoblosan nanti.Bila ini dihitung untuk kursi DPRD kabupaten atau kota bisa mencapai angka Rp 700 jutaan,sedang untuk tingkat propinsi dan DPR RI dana bisa terkuras dari kantong caleg mencapai angka Rp 3 milyar.

Bila demokrasi dihiasi dengan yang begituan,maka angka korupsi pasti akan meningkat dalam setiap tahunnya,pasalnya para caleg harus mengembalikan uang modal.Bagi yang punya uang banyak tidak ada masalah,namun bagi yang pas-pasan dan sempat hutang kesana kemari,maka sifat “rakus”akan ditunjukkan ketika dia sudah duduk dikursi legislative.

Memang banyak harapan dari rakyat untuk melakukan perubahan nasib,tapi bila tambah rusak maka tidak lain sama dengan “wedus gembel”yang menyapu apa saja yang ada dihadapannya.

Pertarungan Jokowi yang hanya didukung dua partai melawan Foke yang didukung banyak partai menjadi cermin bahwa partai bukan segala-galanya dalam “menggembala”rakyat,namun siapa sosok yang akan ditarungkan dalam pemilihan didalam masyarakat itu sendiri.

Meski partai yang katanya banyak orang adalah partai kecil,namun yang mengisi adalah tokoh-tokoh yang punya pengaruh besar dalam masyarakat,maka  dalam waktu dekat akan menjadi partai raksasa dan mengakar.

Penulis banyak berharap,para tokoh bersatu padu dalam menggalang kekuatan untuk memberantas korupsi dan mengisi pembangunan dengan seadil-adilnya yang bertujuan kesejaheraan rakyat secara umum dengan ikut berpartai tanpa “membunuh”karakter seseorang .

Biarkan partai berjalan dengan baik tanpa ada noda dengan mencari pemimpin yang dipilih secara langsung oleh rakyat.Salam.

Penulis adalah Pengamat Politik dan Penggiat Serikat Masyarakat Untuk Transparansi Pembangunan (Semut Abang)tinggal di Rembang Jateng.







 

Odol Budi Topo Santoso,Sosok Pengusaha Yang Pro Rakyat

REMBANG,-Sebuah rumah yang tidak terlalu mewah berada dipinggir kota itu tiap harinya selalu ramai dikunjungi orang.

Disebelah rumahnya  yang dipagari tembok keliling berdiri bangunan semi permanen terbuka lebar menhadap jalan raya dengan halaman yang cukup luas.

Banyak tokoh masyarakat,tokoh pemuda kabupaten Rembang yang mampir untuk sekedar berbincang omong ringan dengan sosok muda berkumis tebal.

Namanya Budi Santoso atau orang sering memanggil nama samarannya dengan sebutan Odol.

Pria yang lincah dalam mencari terobosan pekerjaan swasta ini memang dikenal dikalangan anak muda,sebab dia suka hiburan dan sekaligus punya usaha hiburan keluarga.

Karakter yang rendah hati dan tidak sombong ini selalu ditunjukkan kepada siapapun yang sempat main dirumahnya.Odol merasa dulunya adalah orang tidak punya apa-apa namun dengan kerja keras dia punya segalanya sehingga dia selalu ingat dengan orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap.

Dekat dengan kalangan rakyat jelata adalah prinsip dalam hidupnya,sebab orang “kecil” yang sengsara banyak dikabulkan dalam setiap doanya.

Sebagai pengusaha awalnya Budi Santoso jatuh bangun dalam mengawali kariernya,namun dia tidak pernah patah arang dan selalu berdoa kepada Tuhan Pencipta Alam.

Tidak lupa Odol selalu rajin minta restu kepada orang tua dan leluhurnya dalam setiap langkah hingga kini dia bisa mendirikan kafe keluarga “Palapa”,koperasi 76,usaha tangki air juga aneka usha kecil lainnya.

Penampilannya yang kalem dan selalu mengenakan celana pendek dengan sandal selop membuat dirinya tidak sungkan menghadapi siapa saja asal punya tujuan baik.

Bapak 4 anak ini rajin dalam menjaga stamina tubuhnya dengan olah raga sepeda tiap pagi juga lari-lari kecil tiap sore.

Mantan atlit petinju Rembang ini punya hobi yang unik yaitu selalu mampir diwarung-wqarung kecil baik disudut kota maupun dipedesaan ketika sedang jalan-jalan dengan keluarga maupun anak buahnya.

“Ya itu hoby saya makan minum diwarung-warung kecil,tidak neko neko dan biar tidak kaku ati,yang penting saya bisa bertemu dengan masyarakat dan saya tidak pernah membeda-bedakan mereka”katanya ketika berbincang bincang dengan wartawan.

“Saya selalu mensyukuri kenikmatan yang diberikan Allah,sebagai pengusaha jatuh bangun itu hal biasa,apalagi saya ini orang lapangan yang tahu keadaan sebenarnya.Tiap tahun bila usaha lagi menurun,saya terpaksa menjual mobil untuk menutup kebutuhan agar karyawan tetap menerima gaji,itu hal biasa,”katanya merendah.

Odol memang dikenal supel dan disiplin dalam mengelola usahanya,makanya banyak karyawan berharap Odol ini bisa mengabdi kepada rakyat banyak,agar rakyat kecil bisa terbantu dalam pengentasan pengangguran.(suparno gusno)

Jumat, 23 Maret 2012

Direktur Litbang Operasional PT Semen Gresik Jamin Tenaga Lokal Dipakai

REMBANG-Direktur Litbang Operasional PT Seman Gresik Dipakai,Suharto mengungkapkan,berdirnya semen Gresik dikecamatan Gunem Rembang akan membawa kemakmuran dan kesejahteran bagi masyarakar Rembang.

Selain itu Suharto juga menjamin tenaga lokal akan dipakai oleh pihak pabrik saat berdiri nanti.Hal ini disampaikan pada hari Rabo siang lalu.
Sekedar diketahui,sampai saat ini Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam proses tahap akhir sehingga perlu penyusunan yang benar benar matang.
Suharto juga mengucapkan terima kasih kepada gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo,Bupati Rembang H Moch Salim serta masyarakat Rembang yang telah memberikan dukungan kepada pabrik semen Gresik.
Seusai memberikan penjelasan kepada ratusan kepala desa didesa Tegaldowo Gunem,direktur yang tampak sumringah ini juga bertemu dengan jajaran LSM Semar Cindai yang telah banyak memberikan dukungan dan sosialisasi dengan baik.
Pria yang suka memaki topi putih ini juga tampak akrab dengan ketua LSM Semar Cindai,Suparno Gus No bahkan puluhan anak buah Gus No menyalami orang kepercayaan PT Semen Gresik itu.
Seusai acara makan makan,Suharto juga foto bersama dengan jajaran LSM yang getol mengkampanyekan pabrik semen.(red)


LSM Semar Cindai Bertemu Dengan Gubernur Jateng

* DUKUNG PABRIK SEMEN GRESIK DI REMBANG

REMBANG-LSM Serikat Masyarakat Cinta Damai (Semar Cindai) beberapa waktu lalu bertemu dengan Bupati Rembang H Moch Salim Dan Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo saat menghadiri pembinaan sekaligus silaturahmi dengan Kepala desa sekabupaten Rembang dan kepala SKPD Pemkab Rembang di desa Tegaldowo kecamatan Gunem.
Dalam pertemuan itu,gubernur Jateng mengucapkan terima kasih kepada warga Rembang karena telah mendukung berdirinya pabrik semen Gresik di Rembang.
Gubernur juga mengingatkan,kejadian di kota Pati dimana sebagian elemen  telah menolak dengan adanya rencana pabrik semen yang ada dikota itu.
"Saya tidak ingin terjadi peristiwa seperti kota Pati,pokoke kudu ngadeg pabrik semen,"kata Gubernur.
Seusai silaturahmi Gubernur dan bupati Rembang sempat bertemu dengan LSM yang mendukung pabrik Semen Gresik yang akan menanamkan investasinya.
Ketua Umum LSM Semar Cindai Suparno Gus No kepada sejumlah wartawan mengungkapkan,pihaknya telah menyampaikan surat permohonan audensi untuk bertemu di kantor gubernuran,hal ini dilakukan agar gubernur memberikan arahan kepada tokoh tokoh yang ada.
"Surat sudah diterima gubernur,kami tinggal menunggu waktu untuk mempersiapkan hal-hal yang akan dibicarakan pada pertemuan nanti.Secara prinsip kami mendukung langkah gubernur Jateng dalam program Bali Deso Mbangun Deso dan program 4 pilar yang dicanakn oleh bupati Rembang.Berdirinya pabrik semen akan memberi peluang kepada pengangguran dan akan mengurangi angka kemiskinan yang ada.
Investasi ini akan pula memberikan peluang kepada kota Rembang menjadi lebih maju lagi menuju kota metropolis,"papar Gus No.
Tokoh Muda nyentrik ini juga akan menggalang kekuatan dari bawah hingga atas untuk menyatukan visi,bahwa pabrik Semen yang akan dibangun oleh PT Semen Gresik ini akan mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.
"Apapaun yang terjadi,pabrik semen harus berdiri sebab asas manfaat  lebih besar daripada mudloratnya,"tandas mantan aktivis Jakarta (red)

Ibu Dan Anak Tewas Ditabrak Bus Sinar Mandiri

Sopir Diduga Ugal-Ugalan
 
REMBANG-Nasib apes menimpa 2 wanita dewasa dan satu anak yang sehabis menghadiri acara keluarga di Lasem kabupaten Rembang harus meregang nyawa akibat ditabrak bus Sonar Mandiri jurusan Semarang-Surabaya nomor polisi N 7582 UD yang dikemudi oleh Ahmad Irfanudin asal desa Karangturi Lasem.
Ke 3 wanita yang tewas itu  itu masing-masing bernama Tanti Ariyani (27) asal desa Ngotet Rembang,Heni Nurmiyati Bin Sarji (27) dan anak dari Heni bernama Oktaviana (4).
Menurut saksi mata dan beberapa sumber yang dirangkum wartawan ditempat kejadian peristiwa,pada hari Jumat(23/3) sehabis Magrib,bus Sinar Mandiri dengan kecepatan penuh melaju dari arah Rembang menuju ke Surabaya,tepat di jalan Raya desa Ngemplak Lasem,bus Sinar Mandiri menyalib sebuah mobil hingga memakan marka jalan,namun naas ketika sedang menyalip terlihat sepeda motor dengan nomor polisi K 4382 UD melaju dari arah Lasem menuju Rembang.
Karena sopir panik,akhirnya motor yang ditumpangi 3 nyawa itu langsung ditabrak saja membuat 2 nyawa yaitu Heni Nurmiyati dan Anaknya tewas seketika.
Kedua korban ini luka parah yaitu Heni luka bengkah pada kaki dan kemaluannya sedang Oktaviani sang anak ini perutnya mengalami robek parah.
Korban yang ke 3 yaitu Tanti Ariyani menghembuskan nafas terakhir ditengah perjalanan menuju rumah sakit R Sutrasno Rembang.
Petugas dari Polres Rembang saat dikonfirmasi,sopir dan kendaraan sudah diamankan di Mapolres Rembang.(gus)

Selasa, 10 Januari 2012

LSM Temukan Nenek Jompo Hidup Dikandang Ayam

REMBANG-Sungguh pilu nasib dari wanita lanjut usia bernama Sriwasi (90) warga RT 03 RW 02 Kelurahan Leteh kecamatan Rembang ini,dia harus menjalani hidup yang kurang pantas saat Negara ini menikmati kemakmuran.

Hari Rabo (11/1) LSM Semar Cindai menemukan ada wanita lanjut usia yang hidup dikandang ayam dengan ukuran 1 X 3 meter yang kondisinya mengenaskan.
Nenek Sriwasi harus tidur ditempat tidur tanpa alas,lantai tanah dan atap dari anyaman bambu.Apalagi dalam keadaan yang sekarang dia alami,nenek yang hidup serba kekurangan ini dari keluarga kurang mampu saat ini dalam keadaan sakit.

Ketua LSM Semar CIndai dalam penemuannya itu mengungkapkan,pihaknya tidak sengaja lewat jalan tempat nenek Sriwasi tinggal,ketika dilihat ada orang yang tidur dikandang ayam,dirinya sempat kaget karena hal ini dianggap kurang manusiawi,bahkan  dia sempat berdialog dengan nenek yang punya puluhan cucu itu.
“Tempat tinggal mbah Sri jelas tidak layak dan ini perlu perhatian semua pihak,gembar gembor pemberantasan kemiskinan dan kebodohan jangan hanya menjadi slogan semata,pemberantasan korupsi bukan hanya dibibir saja,ini adalah salah satu bukti lemahnya aparatur Negara dalam menerapkan bantuan kemiskinan kepada warga yang kurang mampu.Ini harus segera diatasi,”kata Suparno Gusno kepada sejumlah wartawan.
Dia sudah melaporkan hal ini secara lisan kepada kepala kelurahan,camat Rembang yang baru saja dilantik dan Dinsosnakertran.
“Ini PR bersama,jangan ada kesenjangan diantara masyarakat Rembang,yang kaya makin kaya dan yang miskin makin melarat,kami mendesak agar pemkab memberikan perhatian khusus kepada orang-orang lanjut usia terutama yang hidup dibawah garis kemiskinan,harus ada anggaran khusus karena Negara sudah menjamin.Kawan-kawan DPRD juga harus tanggap dengan keadaan yang ada,”katanya.
Sementara itu,Temok (30) cucu dari Sriwasi mengatakan,sampai saat ini pihaknya belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah terkait neneknya yang terpaksa harus tinggal dikandang ayam itu.
“Kami dari keluarga yang kurang mampu,hasil kerja tiap hari hanya cukup untuk makan anak da istri,”tandas Temok yang sehari hari menjadi juru parkir.(red)

Minggu, 04 Desember 2011

LSM Semar Cindai Silaturahmi Dengan Bupati Rembang


REMBANG-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Semar Cindai belum lama ini bersilaturahmi denagn bupati Rembang H Moch Salim.
Rombongan yang dipimpin oleh ketua umumnya,Suparno Gus No ini mengungkapkan,sejal lembaga ini berdiri,pihaknya belum pernah bertemu dengan orang nomor satu dikabupaten penghasil garam ini lengkap dengan pengurus yang ada.
"Kami sangat rindu dengan bupati,karena kami adalah bagian dari masyarakat Rembang yang ingin memajukan Rembang secara bersama-sama.Ada 20 orang pengurus harian yang kami bawa dalam pertemuan silaturahmi itu,agenda ini sudah kami atur jauh hari sebelumnya sehingga pada saat diterima hal-hal yang bisa dibicarakan enak bisa dipaparkan secara bersama saa,"kata Gus No kepada sejumlah wartawan.
Aktivis Jakarta ini juga menyatakan,pihaknya akan terus mengawal program bupati secara bersama-sama,namun bila ada kekeliruan yang diperbuat oleh eksekutif maka LSM Semar Cindai akan menegur baik secara lisan maupun tertulis,"tambahnya.
Dia mengajak masyarakat Rembang untuk secara bersama-sama membangun Rembang agar pada tahun depan bisa maju dan Rembang dapat besar seperti kota kota lain yang sudah maju.(red)